Perjalanan Menuju Pasar Terapung (Sungai Barito)

Posted by Anonim Rabu, 09 Oktober 2013 0 komentar


Beberapa hari yang lalu keluarga kecil saya berjaulah (jalan-jalan) ke Banjarmasin. Moment ini tidak kami lewatkan untuk mengunjungi pasar terapung. Meskipun sebelumnya rasa lelah mendera dan keengganan untuk ikut rombongan meluncur ke Sungai Barito.



Tapi rasa enggan dan lelah setelah melakukan perjalanan berjam-jam menuju Banjarmasin hilang seketika setelah melihat rumah-rumah khas Kalimantan Selatan yang berderet di bibir sungai. Subhanalloh… mereka tetap eksis bertahun-tahun hidup diatas sungai.



Mobil kami di parkir di depan Masjid bersejarah Sultan Suriansyah. Hmm .. subhanalloh, masjid ini meskipun bahan dasarnya semuanya kayu, tapi sungguh Masjid ini begitu megah.

Perjalanan menuju sungai terapung dimulai dari pangkalan perahu yang mangkal di sungai tepatnya di depan Masjid Sultan Syuriansyah. Ekspedisi sungaipun dimulai. Brrr.. dinginnya air sungai diselingi angin pagi yang sepoi-sepoi mengiringi perjalanan perahu yang kami tumpangi di anak sungai Barito menuju sungai induk, Sungai Barito.

Begitu sampai di muara anak sungai.. mataku terbelalak melihat begitu lebarnya Sungai Barito.. Subhanalloh. Maklumlah ini pengalaman pertama kali melihat sungai ini. Karena di tempat tinggal saya hanya selebar anak sungai Barito yang kami lewati.

Perahu menuju pasar terapung. Sepanjang perjalanan, mataku melihat warung-warung diatas perahu yang menjual beraneka makanan. Bagiku yang baru pertama kali melihatnya, berdecak kagum…



Sesampainya di pusat lokasi pasar terapung, perahu yang kami tumpangi di buru oleh perahu-perahu para pedagang yang ingin menjajakan barang niaganya. Perahu mereka lebih kecil dari perahu perjalanan kami. Mereka pakai dayung dan perahu kami dengan mesin. Tapi sungguh, mereka sangat berani mengejar dan berpegangan pada bibir perahu yang kami tumpangi. Meskipun dengan bersusah payah dan perahu mereka oleng plus terisi air. Tapi hal tersebut tidak menggoyahkan mentalnya. Wajarlah mereka sudah berpuluh-puluh tahun hidup diatas air.

Sayang sekali, kami tidak bisa melihat kepadatan perahu-perahu yang menjajakan barang niaganya. Karena pasar terapung tinggal menyisakan beberapa perahu yang hampir mau pulang. Hee..hee.. kami kesiangan menuju Pasar Terapung bro!

Perjalanan pun dilanjutkan menuju Pulau Kembang. Pulau ini berada ditengah-tengah Sungai Barito. Subhanalloh…




Sesampainya di pulau tersebut. Kami disambut oleh puluhan monyet-monyet yang kelaparan. Barangkali mereka tidak diberi makan oleh pengelolanya ya…

Pulau Kembang hanya dihuni oleh berpuluh-puluh monyet liar. Tapi meskipun begitu Pulau ini dijaga oleh sebuah instansi, sehingga menjadikannya daerah tujuan wisata. Serasa ada yang kurang bila mengunjungi pasar terapung tapi tidak mampir sejenak di Pulau Kembang.

Setelah puas melihat puluhan monyet dan menikmati udara di Pulau Kembang, perahu kami meluncur kembali ke pangkalan. Hmmm puassss rasanya pagi yang cerah dengan berjaulah di atas sungai…. Alhamdulillah
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Perjalanan Menuju Pasar Terapung (Sungai Barito)
Ditulis oleh Anonim
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://terkacau.blogspot.com/2013/10/perjalanan-menuju-pasar-terapung-sungai.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Template by Berita Update - Trik SEO Terbaru. Original design by Bamz | Copyright of Hal aneh lucu dan kacau atau info dunia kesehatan.

Kontributor