Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

Fenomena Gemerlap Cahaya Biru di Garis Pantai Toyama Bay

Posted by Unknown Selasa, 17 Desember 2013 0 komentar
Kejenuhan dan stres dalam rutinitas pekerjaan menjadi bagian akrab bagi penduduk perkotaan. Beberapa orang biasanya akan menjadwalkan liburan untuk melepaskan penat sesaat. Nah destinasi wisata ini bisa menjadi pengalaman yang tak terlupakan dalam menghabiskan liburan.

Toyoma Bay di Central Japan Sea, pada malam harinya akan menghadirkan pertunjukkan langka bagi para wisatawan. Setiap tahunnya sekitar bulan Maret sampai Juni, sejumlah besar cumi bercahaya tersebar di sekitaran garis pantai dengan warna biru gemerlap sehingga membuat suasana malam disana sangat eksotis.



Firefly Squid (Watasenia scintillans), cumi berukuran 3 inci ini memancarkan cahaya untuk menarik mangsanya dan juga untuk menarik hati cumi lainnya untuk dijadikan pasangannya di musim kawin ini.

Mereka menggunakan organ pemancar cahaya khusus yang disebut photophore, yang dapat ditemukan di seluruh tubuh cumi. Mereka biasanya ditemukan 600-1200 meter di bawah laut, namun karena gelombang yang kuat selama musim ini, mereka akhirnya terbawa sampai ke garis pantai.

Musim kawin dan bertelur Firefly Squid terjadi dari Maret sampai Juni setiap tahun. Selama musim ini, jutaan cumi berkumpul di Toyama Bay untuk membuahi telur dan meletakkan telur-telur mereka di pasir.

Pada saat yang sama, banyak wisatawan berduyun-duyun datang ke pantai untuk menyaksikan pertunjukan yang langka dan luar biasa ini. Namun sayangnya, selain menjadi atraksi wisata yang populer, Firefly Squid juga biasa dijadikan santapan lezat di Toyama.

















Baca Selengkapnya ....

Ambon, Pulau Dengan 5 Pantai Eksotis nan Indah

Posted by Anonim Sabtu, 30 November 2013 0 komentar
Indahnya pantai ambon tak perlu dipertanyakan lagi. setiap jengkal adalah pantai, setiap nada yang tertabuh adalah desir ombak, setiap angin yang berhembus adalah terpaan air laut. Setidaknya ada 5 pantai nan indah di Ambon.

Tak heran semua berkah alam tersebut banyak tertuang dalam lagu-lagu lokal yang bernuansa pantai. Misalnya satu yang cukup terkenal ini "Kupu-kupu Sepanjang Pantai" dengan barisan syair: Hari hari menjala ikan. Menjala ikan dalam muara. Hari hari mencari makan, mencari makan jual suara. Ole sioh sayang é... Rasa sayang badan é

Dan inilah kumpulan pantai indah tersebut:

1.  Pantai Natsepa
 
Hampir setiap wisatawan, baik wisatawann mancanegara maupun wisatawan Nusantara, yang datang ke Ambon berkunjung ke Pantai Natsepa. Pantai ini terbilang cukup tenang karena terhalang teluk. Banyak orang yang berkunjung ke pantai ini menghabiskan waktu mereka untuk berenang atau sekadar bermain-main di pinggir pantai.

Pantai Natsepa cukup luas. Ketika sedang surut, pantainya bertambah luas. Dalam kondisi air surut ini, pengunjung bermain sepak bola, bermain pasir, dan sebagainya. Pinggiran pantai juga cukup rimbun karena banyak ditumbuhi pohon.

Banyak pepohonan di sekitar pantai membuat pantai terasa rimbun. Para pengunjung dapat berteduh di sela-sela bermain di pantai. Hijaunya dedaunan dari pohon-pohon ini juga menciptakan pemandangan yang lebih indah. Itu karena perpaduan hijau, putih, dan biru yang serasi.

Sambil duduk-duduk di pinggir pantai, jangan lewatkan menikmati rujak natsepa yang terkenal. Di area pantai ini memang banyak penjual rujak. Buah-buahan segar seperti mangga, jambu, dan nanas yang bercampur gula merah dan kacang membuat penikmatnya ketagihan. Rujak ini dimakan dengan tusuk sate sebagai penusuk buah.

Orang Maluku yang tinggal di Ambon maupun yang merantau ke luar Maluku tidak akan lupa rujak natsepa. Setiap ke Pantai Natsepa tidak pernah melewatkan menyantap kuliner yang satu ini.



2. Pantai Liang
 
Foto: panoramio.com
Ingin melihat pantai dengan gradasi putih, hijau muda, dan biru tua dengan pasir putih yang mempesona? Silakan berkunjung ke Pantai Liang. Pantai dengan pasir putih terpanjang di Indonesia ini letaknya tidak jauh dari Pantai Natsepa.

Pantai Liang terletak di Desa Liang, Kecamatan Salahutu, sekitar 35 km dari Kota Ambon. Untuk menuju ke destinasi wisata ini, pengunjung dapat menggunakan bus Trans-Amboina rute Hunimuasengan. Waktu tempuhnya sekitar 30 menit.

Di Pantai Liang ada jembatan yang menjorok ke laut. Tempat ini biasa dijadikan spot untuk mengabadikan gambar. Pantai Liang tergolong masih perawan karena belum banyak orang yang berkunjung ke sana.



3. Pantai Namalatu
 
Foto:orbionphoto
Pantai indah lainnya yang ada di Pulau Ambon adalah Pantai Namalatu. Beberapa pohon menjorok ke arah pantai, memberi kesan unik yang cantik untuk diabadikan dalam jepretan kamera.

Memang tidak seluas Pantai Liang, namun pantai ini tidak kalah menawan. Alih-alih pasir putih, Pantai Namalatu justru penuh pecahan batu karang yang berukuran sangat kecil dan berwarna putih bersih.

Gradasi warna air lautnya terbilang unik, dari putih transparan, hijau muda, hingga biru. Ombak di pantai ini terbilang lebih ramah dibandingkan Pantai Liang. Pada musim ombak, Anda masih mungkin bermain air dan berenang melepas penat.

Beberapa meter dari bibir pantai, reruntuhan bangunan terlihat sedikit menonjol dari permukaan air. Ini menjadi habitat beragam jenis ikan.



4. Pantai Santai
 
Foto:Nusaniweairlouw
Pantai yang satu ini letaknya tidak jauh dengan Pantai Namalatu. Meski letaknya bersebelahan, pantai ini memiliki karakteristik yang berbeda. Selain tidak memiliki pecahan batu karang di dasar pantai, Pantai Santai cenderung lebih landai. Jadi, kalau Anda kurang mahir berenang, akan merasa lebih nyaman berenang di sini.

Untuk pencinta diving, Pantai Santai memiliki operator diving yang siap melayani Anda. Dengan catatan, Anda harus memesan beberapa hari sebelum kedatangan.

Seperti di kebanyakan tempat menyelam di Ambon, guide penyelam tidak siap sedia setiap saat. Beberapa spot diving yang ditawarkan cukup bagus dan mudah diakses dari pantai. Waktunya hanya beberapa menit menggunakan kapal motor.



5. Pintu Kota
 
Foto:wikipedia
Wisata pantai yang terletak di Desa Latuhalat ini terkenal karena terdapat tebing yang terkikis deburan ombak bertahun-tahun sehingga menyebabkan tebing berlubang dan membentuk lorong. Uniknya lagi, ketika kita melayangkan pandangan kita melalui celah-celah lubang pada tebing tersebut, akan langsung dihadapkan hamparan Laut Banda yang terkenal.

 Pantai ini disebut Pintu Kota karena di pantai ini terdapat batu karang setinggi hampir 20 meter dengan lubang tepat di tengahnya. Ini menyerupai pintu yang terbuka.

Keunikan inilah yang membuat warga Ambon menamainya Pintu Kota. Tebing ini seakan menjadi gerbang masuk ke Kota Ambon. Berkunjung ke pantai ini tidak lengkap tanpa mengabadikan foto Anda yang tengah berpose dengan latar belakang karang tersebut. Air laut yang cenderung rendah dan tidak berombak memberi kesempatan mengambil jepretan berkali-kali.

Batu karang ini tidak hanya bisa dinikmati dari bawah. Anda juga bisa naik ke atasnya. Jalan setapak dengan beberapa belas anak tangga akan membawa Anda menyaksikan pantai ini dari sudut pandang berbeda.

Bila dari Kota Ambon, diperlukan 45 menit hingga 60 menit untuk sampai di Pintu Kota. Cukup membayar uang masuk Rp 5.000 dan uang parkir, pantai ini siap dinikmati.



Baca Selengkapnya ....

wisata 7 Tips Liburan ke Kepulauan Seribu Lebih Seru dan Tak Terlupakan

Posted by Anonim Jumat, 22 November 2013 0 komentar
Tak perlu jauh-jauh untuk berlibur singkat ke pantai, Kepulauan Seribu merupakan tempat yang cocok untuk traveler terutama yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya. Banyak kiat khusus yang bisa Anda simak sebelum berlabuh ke pulau ini.

Di Kepulauan Seribu ada puluhan pulau kecil dan mulai banyak dieksplor oleh traveler. Tentunya, pemandangan pantai-pantai itu tak kalah keren.



Saat pergi ke sana, traveler hanya membutuhkan waktu selama kurang lebih 1,5 jam menyebrang sesuai jenis kapal yang Anda naiki. Traveler bisa menjangkau pulau-pulau tersebut dari Pelabuhan Muara Angke, Pelabuhan Ancol Marina atau Muara Kamal.

Banyak panduan wisata dan tips yang bisa Anda perhatikan sebelum menikmati cantiknya Pulau Seribu dan pulau kecil lainnya.

Berikut 7 tips yang dilansir dari detikTravel:


1. Pintar memilih agen travel yang menyediakan paket tur hemat


Banyak agen travel yang menawarkan harga paket menggiurkan untuk menikmati indahnya panorama Kepulauan Seribu. Fasilitasnya pun tak jauh berbeda. Jangan menyia-nyiakan momen berlibur ke Pulau seribu dengan menikmati fasilitas yang biasa-biasa saja.

Biasanya mereka menawarkan fasilitas penginapan yang nyaman, memberikan spot terbaik untuk menikmati watersport, mengajak traveler keliling menggunakan sepeda sampai menyiapkan makanan yang menggoda lidah.

Sayangnya, beberapa agen travel tersebut biasanya menawarkan harga paket itu dengan batas minimal orang sekali jalan. Untuk itu, kita harus jeli memilih agen travel yang memasang tarif yang terjangkau tetapi dapat memuaskan waktu liburan kita.


2. Ingatlah jadwal pemberangkatan kapal


Sebelum mencapai Kepulauan Seribu, awal pemberangkatan kapal berpusat di Muara Angke, Pelabuhan Ancol Marina dan Muara Kamal.

Jadwal transportasi kapal untuk menggapai Kepulauan Seribu dimulai dari pukul 07.00 WIB sesuai dengan jadwal pemberangkatan pelabuhan masing-masing.

Namun, jangan khawatir jika Anda ingin berangkat di siang hari karena tersedia pula kapal yang siap mengantarkan Anda menyusuri Pulau Seribu dan pulau lain di sekililingnya.

Sebaiknya catat dahulu jadwal pemberangkatan kapal yang sudah ditentukan. Jangan sampai tertinggal kapal, karena hal tersebut bisa merusak rencana berlibur Anda.


3. Pakailah sunblock


Keelokan panorama pantai pasti membuat kita lupa akan segalanya. Ketika menikmati deburan ombak, pasti tak pernah lepas dari sengatan matahari yang membuat kulit kita seperti terbakar.

Sunblock merupakan hal yang penting untuk dibawa dan digunakan saat berlibur ke pantai. Traveler jangan pernah lupa memasukkan benda satu ini ke dalam tas sebelum berangkat. Dengan menggunakan tabir surya, kulit kita akan terlindungi dari sengatan sinar matahari.


4. Pakailah baju-baju berbahan katun


Pantai identik dengan cuaca yang panas menyengat dan membuat kita mudah bermandikan keringat. Untuk itu, hal berikutnya yang harus diperhatikan saat berlibur ke Pulau Seribu adalah menyiapkan beberapa baju berbahan katun.

Sejatinya, baju berbahan katun itu nyaman digunakan dan gampang menyerap keringat. Kemudian, pilihlah warna-warna baju yang cerah agar tidak menyerap cahaya matahari yang berlebihan.


5. Bawa bekal makanan ringan dan minuman sendiri


Semua tempat wisata pasti dimanfaatkan oleh penduduk setempat untuk meraup keuntungan lebih dari berjualan makanan dan minuman. Ada tips yang juga penting saat traveler berlibur ke Pulau Seribu, apalagi bagi traveler yang suka cemal-cemil.

Sebaiknya hindari membeli makanan dan minuman di lokasi wisata tersebut karena harga jual di sana pasti lebih mahal. Jangan malas untuk menyiapkan perbekalan dari rumah. Kemudian, bawalah air mineral yang ekstra untuk menghalau dahaga di tengah terik panas Pulau Seribu.


6. Membawa gadget atau kamera dengan baterai penuh dan baterai cadangan


Di era sekarang ini, traveler pasti tak pernah meninggalkan gadget untuk menemani waktu liburan asyik. Nyatanya, meninggalkan gadget sedetik pun traveler pasti kelimpungan.

Traveler biasanya narsis untuk pamer status di beberapa akun sosial media dan messanger. Saking asyiknya, biasanya Anda lupa untuk menyiapkan baterai yang full saat ingin mengabadikan momen seru liburan. Selain itu, gadget juga berfungsi untuk menangkap gambar dengan mata kamera.

Sebelum mengelilingi pantai, sebaiknya Anda harus mengisi gagdet Anda dengan full baterai. Jangan sering-sering memakai gadget untuk hal yang tidak penting. Tetapi, sekarang sudah banyak alat bantu penambah daya seperti powerbank untuk traveler yang gila gadget.


7. Pilih hotel yang memiliki spot terindah


Bagi traveler yang memiliki budget lebih, ternyata di Pulau Seribu banyak disediakan penginapan yang memiliki spot terindah. Ada hotel yang memiliki spot terbaik di mana Anda bisa melihat sunset cantik di langit senja dari dalam kamar.

Baca Selengkapnya ....

Datangilah Sebelum Semua Lenyap Tak Berbekas

Posted by Anonim Selasa, 19 November 2013 0 komentar
Kita semua tahu bahwa perubahan iklim Bumi berpengaruh terhadap eksistensi lautan, terumbu karang, pantai, bahkan kota. 5 destinasi ini misalnya, terancam hilang akibat pemanasan global.

Wajib berkunjung selagi masih ada! Semoga Anda adalah bagian dari orang yang akan menceritakan secara langsung ke anak cucu nanti apabila tempat-tempat ini telah menjadi dongeng.

1. Antartika



Berdasarkan data NASA, wilayah es di kutub selatan alias Antartika semakin berkurang. Namun sampai saat ini, masih ada beberapa perusahaan kapal pesiar yang akan mengantar Anda ke sana.

Berkunjunglah untuk melihat panorama alam yang beda dari biasanya, termasuk gunung-gunung yang menjulang tinggi. Anda juga bisa melihat aneka fauna liar yang tak akan Anda temui di wilayah tropis.


2. Gunung Kilimanjaro, Tanzania


Kilimanjaro adalah gunung tertinggi di Afrika, yang menginspirasi Ernest Hemingway dalam ceritanya 'The Snows of Kilimanjaro'. Namun penelitian membuktikan, puncak es di Kilimanjaro akan hilang dalam waktu 20 tahun. 85% es di puncaknya telah hilang selama 1 abad belakangan.

Oleh karena itu, bagi para pendaki gunung, jadikanlah Kilimanjaro sebagai destinasi utama. Jangan lupa gunakan operator pendakian yang terdaftar, dan jadilah pendaki yang mengikuti aturan ramah lingkungan.


3. Great Barrier Reef, Australia


Great Barrier Reef adalah kawasan terumbu karang dengan biota laut yang sangat kaya. Namun kawasan ini 'menderita' akibat naiknya suhu lautan, polusi air, dan maraknya penjaringan ikan ilegal. Beberapa hal lain juga menyebabkan erosi pada pulau-pulau koral yang tersebar di Great Barrier Reef.

Beberapa peneliti mengatakan, koral-koral berusia ribuan tahun bahkan bisa punah dalam waktu 40 tahun saja. Jadikanlah Great Barrier Reef tujuan liburan Anda, namun ingat, jangan merusaknya.


4. Laut Mati, Israel - Yordania


Laut Mati kian mengering. Ya, permukaan air di Laut Mati berkurang sekitar 1 meter tiap tahunnya. Hal itu berdasarkan penelitian yang dilakukan pemerintah Israel.

Dengan permukaan air yang semakin lama semakin rendah, disinyalir Laut Mati akan hilang dalam kurun waktu 40 tahun. Laut Mati menjadi daya tarik wisatawan karena tingkat salinitas yang tinggi, sehingga Anda bisa mengambang dengan mudah tanpa bantuan pelampung.


5. Venesia, Italia


Meski terkenal sebagai salah satu kota paling romantis sedunia, warga Venesia harus waspada. Permukaan air laut yang semakin meninggi bisa menenggelamkan kota ini. Ya, hal tersebut merupakan hasil penelitian University of Padua di Italia.

Para peneliti masih menerka-nerka, berapa lama Kota Venesia bisa bertahan. Sebelum benar-benar hilang, berkunjunglah ke Venesia untuk naik gondola di Grand Canal dan bersantai di jalan-jalan yang lingkungannya sangat cantik dan indah.

Baca Selengkapnya ....

Air Mancur Indah di Jembatan Seoul

Posted by Anonim Selasa, 05 November 2013 0 komentar
Layaknya sebuah kota megapolitan, Seoul didukung oleh kota-kota satelit di sekitarnya. Salah satu penghubung yang unik adalah jembatan penghubung distrik Seocho dan Yungsan, membelah Sungai Han di pusat Kota Seoul.

 
 
Jembatan Jamsu yang dibangun sejak 1980 ini kemudian direnovasi pada 2009 menjadikannya lebih dari sekadar prasarana transportasi. Suguhan utamanya adalah Moonlight Rainbow Fountain. Ini adalah pertunjukan air mancur jembatan paling panjang yang dicatat Guiness World Record.

Air mancur ini mengalir dari sisi kiri dan kanan jembatan, yang panjangnya 1.140 m. Debit air yang dikeluarkan sekitar 190 ton per menit. Air mancur tersebut jatuh di jarak 43 meter dari jembatan. Diiringi alunan musik, air mancur pelangi ini seakan menari.

 


Biasanya begitu senja datang, maka  200 lampu aneka warna menyinari air mancur yang terjun langsung ke Sungai Han di bawah jembatan tersebut. Inilah momen terindah untuk mengagumi air mancur yang berwarna-warni.

Untuk melihat langsung pertunjukan Moonlight Rainbow Fountain, wisatawan bisa mengunjungi Seoul pada bulan April-Oktober. Jam pertunjukan berbeda-beda tiap bulan, namun biasanya selalu ada pukul 12.00, 20.00, dan 21.00 waktu setempat. Moonlight Rainbow Fountain berdurasi 15 menit.



Baca Selengkapnya ....

Dieng, Pesona Khayangan di Pusat Jawa

Posted by Anonim Minggu, 03 November 2013 0 komentar
Asal-usul kata Dieng memiliki dua versi. Yang pertama, berasal dari Di yang berarti tempat yang tinggi dan Hyang yang artinya Khayangan. Jadi Dieng bisa berarti daerah pegunungan tempat dewata bersemayam. Versi lainnya, Dieng berasal dari kata Edi yang artinya cantik atau indah, dan Aeng (aneh). Maka Dieng  merupakan tempat yang indah sekaligus penuh keanehan (misteri).

Pesona Dieng tidak sebatas mitos anak gembel. Keindahan panorama seiring dengan legenda yang berkembang. Sebagai tujuan wisata utama, Telaga Warna memiliki tiga macam cerita legenda. Semua berhubungan dengan dunia pewayangan. Secara ilmiah, warna yang terbentuk karena refleksi batu dan ganggang yang tumbuh di dasar telaga.

Telaga Warna, tujuan utama wisatawan / http://script-media.net
Pembentukan dataran tinggi Dieng (Dieng Plateu) diperkirakan berasal dari gunung api tua yang mengalami dislokasi. Lalu terciptalah dataran dari kawah gunung purba tersebut. Terbentuknya patahan dari arah Barat Laut hingga Tenggara, memunculkan gunung-gunung kecil seperti Gunung Alang, Gunung Nagasari, Gunung Panglimunan, Gunung Pangonan, Gunung Gajahmungkur, dan Gunung Pakuwaja yang mengelilingi kawasan Dieng.

Boleh jadi, struktur yang luas ini merupakan gabungan kaldera serta beberapa stratovolkano. Sejarah geologi dataran tinggi Dieng dapat dilihat di Dieng Plateu Theater (DPT). Letaknya dekat dengan kawasan wisata Telaga Warna.

Kawah-kawah banyak tercipta dari proses pembentukan dataran tinggi ini. Kawah Sileri yang tercipta karena pergerakan tanah, amblas tiba-tiba di tahun 1944 dan menelan satu desa. Terdapat juga Kawah Sikidang, lalu Kawah Candradimuka yang sering mengeluarkan suara menggelegar. Namanya sesuai kisah pewayangan, tempat bayi bernama Gatotkaca ditempa hingga tumbuh sebagai manusia super “otot kawat tulang besi”.

Sementara menurut legenda, Dieng bermula saat kondisi alam di tanah Jawa penuh gejolak. Dewa tertinggi, Batara Guru, akhirnya mencomot sebagian puncak Himalaya dan ditancapkan di tengah-tengah Pulau Jawa sebagai pasak, sehingga manusia bisa menempati pulau ini dengan tenang.

Seorang budayawan lokal mempertegas posisi sentral Dieng dengan argumen berikut, “Coba posisikan Pulau Jawa dalam sebuah bingkai, lalu dari sudut-sudut bingkai tersebut tarik garis diagonal. Aneh tapi nyata, titik pertemuan dua garis diagonal tepat di daerah Dieng.”

Kelompok Candi Arjuna  /heritages.files.wordpress.com
Sebagai situs bersejarah, candi yang terdapat di Dieng menjadi bukti keluhuran budaya bangsa berabad lampau. Setidaknya ada 8 candi masih kokoh berdiri. 5 candi berkumpul dalam satu kompleks, yang disebut kelompok Candi Arjuna. Berjejer dari Utara ke Selatan yaitu Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra. Sementara Candi Semar persis di depan Candi Arjuna.

Tiga candi lainnya terpisah dari kelompok tadi. Candi Dwarawati letaknya di kaki Gunung Prau. Ada 75 anak tangga untuk mencapai candi ini. lalu Candi Bima di dekat tempat wisata Kawah Sikidang. Bentuk candi ini paling besar. Di bagian atap terdapat relung dengan relief kepala yang disebut kudu. Terakhir, Candi Gatotkaca. Lokasinya dekat Museum Dieng Kailasa.

Penulis meliput ritual dalam Candi Bima / foto: Bhrahu Pradipto
Di dalam museum inilah berbagai temuan seperti arca dan artefak lainnya dipamerkan. Arca dewa/dewi Hindu seperti Civa (Shiva/Shiwa), lalu Nandi–kendaraan Civa berbentuk manusia berkepala lembu. Juga terdapat ruang  pemutaran film tentang Dieng dan cara pembuatan candi. Semua candi di Dieng dibangun pada masa pemerintahan Ratu Sima, keturunan Dinasti Sanjaya (Hindu) yang memerintah Kerajaan Kalingga.

Letak Dieng di ketinggian 2.093 DPL (Di atas Permukaan Laut), suhu di malam hari 10 – 24 C dan 22 – 30 C di siang hari. Ketika musim kemarau tiba, suhu di tempat ini justru lebih rendah, 15 – 20 C di siang hari dan 8 - 12 C di malam hari. Bahkan, saat cuaca ekstrim bisa mencapai titik beku 0 C. Pada kondisi tersebut, menjadi masa petaka bagi petani (mayoritas berkebun kentang, selain strawberi, carica, purwaceng, dan wasabi). Tanaman mereka bisa mati.

Alam bisa ramah atau berubah kejam. Para pakar terus mencari tahu jawabnya. Mungkinkah pengaruh perubahan iklim akibat pemanasan global? Bagaimanapun Dieng tetap menyajikan panorama indah negeri khayangan dalam balutan misteri.


Baca Selengkapnya ....

Ketika Dongeng Menjelma Jadi Patung

Posted by Anonim Jumat, 25 Oktober 2013 0 komentar
Dongeng telah menjadi satu bagian penting dalam budaya manusia. Kisah-kisah fabel, legenda yang diceritakan ibu menjelang tidur pada anaknya membangun sisi imajinatif sekaligus pelajaran moral dalam hidup.

Dongeng - lisan maupun tulisan - juga akhirnya membuat suatu kota atau wilayah jadi lebih mudah dikenali. Tokoh dongeng adalah ikon, maskot di tempat tersebut. Ingat kisah Malin Kundang pasti ingat Sumatera Barat. Ingat Sangkuriang maka pikiran kita langsung menuju Gunung Tangkuban Perahu. Dan akhirnya dongeng pun menjelma jadi patung di beberapa kota dunia. Beberapa terhadir di bawah ini.



The Little Mermaid, Copenhagen

Nama  Hans Christian Andersen begitu populer sebagai penulis dongeng, dan buku-bukunya sudah beredar ke berbagai belahan dunia. Guna mengenang Andersen, pemerintah kota Copenhagen, Denmark membuatkan patung putri duyung. Dan memang akhirnya patung ini menjadi sangat terkenal. Setiap orang melihat sang putri duyung akan tahu inilah 'wakil' Denmark di mata dunia.

Patung putri duyung ini tepatnya berlokasi di Langeline promenade, kira-kira 10 mil dari pelabuhan di Copenhagen. Telah ada sejak 1913.



Peter Pan, Kensington Gardens, London
Di sini mungkin menyebut nama Peter Pan membuat kita teringat pada "Separuh Aku", "Ada Apa Denganmu", atau "Topeng". Tentu kita tak akan membicarakan band yang sudah ganti nama itu. Tapi siapa pun tahu - setidaknya bila Anda penggemar buku dongeng anak - tentang Peter Pan, kisah penuh mimpi yang menggetarkan daya khayal.

Bagi yang berkesempatan mengunjungi London dan bermain di Kensington Park akan melihat patung perunggu anak kecil meniup flute. Ia berdiri di atas batu yang terukir gambar peri yang berbicara dengan seekor kelinci. J.M. Barrie, penulis Peter Pan yang menentukan lokasi berdirinya tokoh dongeng tersebut didirikan. Ia memang tinggal dekat Kensington Park, di sini Peter Pan lahir. Patung Peter Pan ini selesai dibuat tahun 1912.



Alice in Wonderland, Central Park, New York
Apa yang menjadi pusat perhatian di Central Park, New York? Patung perunggu dari cerita Alice's Adventures in Wonderland karya Lewis Carroll. Buku tersebut menggugah imajinasi juga berkat ilustrasi John Tenniel. Hingga akhirnya apa yang digambarkan Tenniel diterjemahkan persis pada patung lambang kebanggaan Central Park ini.



The Pied Piper of Hameln, Hameln, Germany
Pernah dengar kisah seruling ajaib pengusir tikus? Ya, cerita rakyat ini merupakan legenda unik. Karena disebutkan tahun tragedinya.

Dikisahkan pada tahun 1824 kota Hameln diserbu gerombolan tikus. Penduduk ketakutan. Walikota pun membuat sayembara, akan memberi hadiah besar bagi yang bisa mengusir tikus-tikus pengganggu. Lalu muncullah seorang pemuda, ia memainkan serulingnya. Aneh, semua tikus mengikutinya. Ia pun membawa tikus-tikus itu masuk ke dalam aliran deras sungai Weser. Terbebaslah Hameln dari wabah tikus. Ternyata walikota ingkar janji. Ia tidak memberi hadiah yang dijanjikannya. Dan akhirnya pemuda ini pergi dengan dendam penuh.

Pada perayaan hari besar St. John and Paul, saat penduduk berkumpul di gereja pemuda ini tiba-tiba muncul lagi di kota Hameln. Kali ini ia memainkan serulingnya. Tapi siapa yang mengikuti? Semua anak kecil Hameln.  130 anak dibawanya pergi dan tak pernah kembali lagi. Para orang tua hanya bisa menjerit histeris kehilangan anak mereka. Sebuah pelajaran moral soal pentingnya menepati janji.

Baca Selengkapnya ....

Inilah Gua Terbesar di Dunia

Posted by Anonim Sabtu, 19 Oktober 2013 0 komentar
Gua Son Doong, Vietnam disebut sebagai gua terbesar di dunia. Cukup masuk akal, karena saking besarnya sanggup menampung gedung setinggi 40 lantai. Bayangkan, lebarnya lebih dari 200 meter, tinggi 150 meter, dan panjangnya 9 kilometer.
 
 
 
 
Gua ini ditemukan oleh masyarakat setempat tahun 1991. Namun saat itu belum ada yang berani masuk karena jalan masuknya terlalu curam. Barulah pada 2009 petualang Inggris menjelajah ke dalamnya. Dan langsung terpesona dengan luasnya gua tersebut.

Gua Son Doong terletak di Taman Nasional Phong Nha-Ke Bang. Son Doong adalah satu dari banyak gua yang terletak di taman nasional seluas 85.754 hektare ini, yang merupakan situs Warisan Dunia UNESCO.
 
 
 
Gua Son Doong saat ini akan dibuka untuk wisatawan. Seperti dilansir Huffington Post, Senin (9/9/2013) agen wisata Oxalis  siap membawa wisatawan masuk hingga ke 80 meter bagian dalam gua.
 



 
Di hari pertama, wisatawan akan bermalam di Hand of Dog, sebuah stalakmit besar di dalam gua, yang bentuknya seperti tangan anjing. Kemudian, pengunjung akan melihat ke hutan di dalam gua, yang juga dihuni oleh monyet dan rubah. 
 
Lorong gua serta sungai-sungai bawah tanah yang ada di dalam gua memberikan pengunjung sebuah pengalaman perjalanan menuju ke pusat bumi yang berbeda. Berminat? Kabarnya paket wisata tersebut ditawarkan seharga USD3000 (sekira Rp30 juta).

Baca Selengkapnya ....

Perjalanan Menuju Pasar Terapung (Sungai Barito)

Posted by Anonim Rabu, 09 Oktober 2013 0 komentar


Beberapa hari yang lalu keluarga kecil saya berjaulah (jalan-jalan) ke Banjarmasin. Moment ini tidak kami lewatkan untuk mengunjungi pasar terapung. Meskipun sebelumnya rasa lelah mendera dan keengganan untuk ikut rombongan meluncur ke Sungai Barito.



Tapi rasa enggan dan lelah setelah melakukan perjalanan berjam-jam menuju Banjarmasin hilang seketika setelah melihat rumah-rumah khas Kalimantan Selatan yang berderet di bibir sungai. Subhanalloh… mereka tetap eksis bertahun-tahun hidup diatas sungai.



Mobil kami di parkir di depan Masjid bersejarah Sultan Suriansyah. Hmm .. subhanalloh, masjid ini meskipun bahan dasarnya semuanya kayu, tapi sungguh Masjid ini begitu megah.

Perjalanan menuju sungai terapung dimulai dari pangkalan perahu yang mangkal di sungai tepatnya di depan Masjid Sultan Syuriansyah. Ekspedisi sungaipun dimulai. Brrr.. dinginnya air sungai diselingi angin pagi yang sepoi-sepoi mengiringi perjalanan perahu yang kami tumpangi di anak sungai Barito menuju sungai induk, Sungai Barito.

Begitu sampai di muara anak sungai.. mataku terbelalak melihat begitu lebarnya Sungai Barito.. Subhanalloh. Maklumlah ini pengalaman pertama kali melihat sungai ini. Karena di tempat tinggal saya hanya selebar anak sungai Barito yang kami lewati.

Perahu menuju pasar terapung. Sepanjang perjalanan, mataku melihat warung-warung diatas perahu yang menjual beraneka makanan. Bagiku yang baru pertama kali melihatnya, berdecak kagum…



Sesampainya di pusat lokasi pasar terapung, perahu yang kami tumpangi di buru oleh perahu-perahu para pedagang yang ingin menjajakan barang niaganya. Perahu mereka lebih kecil dari perahu perjalanan kami. Mereka pakai dayung dan perahu kami dengan mesin. Tapi sungguh, mereka sangat berani mengejar dan berpegangan pada bibir perahu yang kami tumpangi. Meskipun dengan bersusah payah dan perahu mereka oleng plus terisi air. Tapi hal tersebut tidak menggoyahkan mentalnya. Wajarlah mereka sudah berpuluh-puluh tahun hidup diatas air.

Sayang sekali, kami tidak bisa melihat kepadatan perahu-perahu yang menjajakan barang niaganya. Karena pasar terapung tinggal menyisakan beberapa perahu yang hampir mau pulang. Hee..hee.. kami kesiangan menuju Pasar Terapung bro!

Perjalanan pun dilanjutkan menuju Pulau Kembang. Pulau ini berada ditengah-tengah Sungai Barito. Subhanalloh…




Sesampainya di pulau tersebut. Kami disambut oleh puluhan monyet-monyet yang kelaparan. Barangkali mereka tidak diberi makan oleh pengelolanya ya…

Pulau Kembang hanya dihuni oleh berpuluh-puluh monyet liar. Tapi meskipun begitu Pulau ini dijaga oleh sebuah instansi, sehingga menjadikannya daerah tujuan wisata. Serasa ada yang kurang bila mengunjungi pasar terapung tapi tidak mampir sejenak di Pulau Kembang.

Setelah puas melihat puluhan monyet dan menikmati udara di Pulau Kembang, perahu kami meluncur kembali ke pangkalan. Hmmm puassss rasanya pagi yang cerah dengan berjaulah di atas sungai…. Alhamdulillah

Baca Selengkapnya ....
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Template by Berita Update - Trik SEO Terbaru. Original design by Bamz | Copyright of Hal aneh lucu dan kacau atau info dunia kesehatan.

Kontributor