Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Bobbit, Cacing Ganas yang Bersembunyi di Lautan Dalam

Posted by Unknown Kamis, 02 Januari 2014 1 komentar
Jika Anda tidak takut pada cacing atau suka menggunakannya untuk memancing, kini pikirkan lagi. Cacing yang biasa bersemayam di dasar samudera tropis ini benar-benar mirip alien yang digambarkan di film-film hollywood dan siapa tahu mereka siap membalas perlakuan Anda kepada saudara-saudara mereka di darat!



Perkenalkan, ini adalah Eunice aphroditois, atau juga dikenal sebagai cacing Bobbit, campuran antara cacing kematian Mongolia, Graboids dari film Tremors, serangga-serangga dari film Starship Troopers, dan pelangi yang benar-benar berbahaya.

Cacing bobbit ini berburu mangsanya dengan cara yang paling mengerikan yang bisa dibayangkan, menyembunyikan sebagian besar tubuhnya (yang bisa mencapai 3 meter) dengan menggali dasar laut, menyisakan beberapa inci dari tubuhnya di permukaan dasar laut, dan menunggu.


Dengan menggunakan lima antena, cacing Bobbit mengindra mangsanya yang lewat, menyergapnya dengan bagian-bagian mulutnya yang sangat berotot, yang disebut pharynx.

Penyergapan ini dilakukannya dengan kecepatan dan kekuatan yang luar biasa yang dapat membelah ikan menjadi dua potong.

Para ilmuwan berpikir bahwa eunicid menyuntikkan beberapa toksin yang melumpuhkan atau membunuh mangsa mereka, sehingga dapat dengan aman mereka telan, terutama jika mangsa mereka lebih besar dari mereka dan kemudian dicerna melalui usus.


Asal nama cacing ini sendiri, "Bobbit" tidak diketahui secara jelas. Bahkan, para ilmuwan tidak bisa sepakat tentang bagaimana menggolongkan mahluk ini.

"Kita mungkin benar-benar memiliki tidak hanya spesies yang berbeda, tetapi genre yang berbeda dari cacing tersebut," kata Schulze, seorang ahli biologi kelautan di A & M University di Galveston, Texas.

"Pola-pola warna dapat bervariasi, dan kita benar-benar tidak tahu berapa banyak spesies yang ada pada mahluk ini."

Masalah rumit adalah proses pengawetan. Menurut Schulze, spesimen yang tersedia bagi para ilmuwan telah direndam dalam formalin atau etanol, yang sayangnya dapat melarutkan warna warni cantik mereka.

Dan ahli biologi kelautan tidak menemukan cacing Bobbit terlalu sering di alam liar. Namun pernah beberapa kali terjadi, cacing bobbit muncul dalam akuarium, seperti kraken, siap untuk membuat aquarium berantakan.

Memang, hal ini seperti menjadi kutukan dari banyak aquarist air asin. Ketika mereka memasukkan koral hidup kedalam akuarium air asin mereka, cacing-cacing Bobbit yang sangat kecil bisa juga masuk bersamanya. Tapi cacing ini akan bertumbuh besar dalam waktu yang tidak lama.


Cacing Bobbit worm dapat menyelipkan diri jauh di antara karang dan memusnahkan semua ikan dalam akuarium satu per satu, yang akan cukup membingungkan bagi pemiliknya, karena ikan-ikan mereka hilang begitu saja satu persatu.

Peristiwa ini pernah terjadi di akuarium publik di Inggris yang kehilangan ikan-ikannya secara misterius bahkan karang. Setelah membongkar aquarium, para petugas akhirnya menemukan 'pencuri' tersebut yang panjangnya 3 meter lebih.

Dan untuk reproduksi, kebiasaan cacing Bobbit tetap menjadi misteri. Namun para peneliti berhipotesis bahwa reproduksi seksual mereka terjadi pada tahap awal, mungkin ketika cacing ini masih sepanjang sekitar 100 milimeter, ini adalah sangat awal, mengingat bahwa cacing ini dapat tumbuh sampai ukuran hampir 3 meter dalam beberapa kasus.

Eunice aphroditois ditemukan di lautan hangat di seluruh dunia, termasuk Indo-Pasifik dan Atlantik. Jadi kalau Anda berlibur di pantai laut tropis dan melakukan penyelaman, kemungkinan Anda akan berjumpa dengan cacing besar panjang yang ganas dan menyeramkan ini!

Baca Selengkapnya ....

Bahaya, Medan Magnet Bisa Mengubah Moral

Posted by Unknown Minggu, 22 Desember 2013 0 komentar
Tingkat kejahatan, asusila, hingga korupsi terkait dengan kadar kesadaran moral individu. Saat nurani mulai terkikis, maka seseorang cenderung mudah melakukan tindakan di luar batas kemanusiaan.

Cukup mengejutkan, penilaian moral dalam diri seseorang terkait dengan bagian tertentu dalam otak. Dan, medan magnet bisa mengubahnya. Hal ini berarti, tindakan sesuai moral bisa saja berbalik 180 derajat sehingga justru melakukan hal-hal yang amoral. Bahayanya, bila cuci otak menggunakan metode ini, Anda tahu hasilnya, kan?

 
Ilustrasi / nytimes.com
Sekumpulan ilmuwan telah membuktikannya lewat serangkain tes. Hasilnya,  mereka bisa mengubah penilaian moral kita hanya dengan mengganggu bagian tertentu otak kita dengan medan magnet.

Patut diketahui, bagian kanan temporo-parietal junction (TPJ) otak menunjukkan aktifitas tinggi ketika kita melakukan penilaian moral seperti mengevaluasi maksud orang lain. Hal ini mengindikasikan bahwa bagian itu penting untuk membuat keputusan moral.

Nah, tim dari MIT menunjukkan bahwa medan elektromaknetis yang ditempelkan di kulit kepala melemahkan kemampuan kita untuk mengevaluasi maksud orang lain, menyisahkan kita sedikit saja kemampuan untuk melakukan penilaian moral.

Penelitian itu mengandalkan non-invasive transcranial magnetic stimulation (TMS) untuk mengganggu bagian kanan TPJ, menghalangi sesaat tembakan normal neuron (sel saraf) di wilayah itu.



Uji coba
Pada satu eksperimen, para peserta diberikan TMS selama hampir setengah jam lalu diminta untuk menjawab soal-soal di mana mereka harus menilai aksi orang-orang berdasarkan maksud mereka. Pada tes kedua, para subyek dipukul dengan ledakan  500-milidetik TMS tepat saat mereka mulai mengevaluasi masalah moral.

Pada kedua kasus, para subyek kontrol mampu mengevaluasi bahaya dan moralitas dari maksud orang-orang, sedangkan mereka yang diberikan TMS membuat penilaian berdasarkan hasil semata.

Sebagai contoh, satu pertanyaan umum dilontarkan apakah secara moral diperbolehkan bagi seorang pria untuk mengijinkan pacarnya menyebrangi jembatan yang dia tahu tidak aman walaupun pada akhirnya pacar dia berhasil menyebrangi jembatan itu dengan selamat. Para subyek kontrol mengetahui maksud untuk membahayakan secara moral tidak diperbolehkan, tapi mereka yang diberikan TMS sebagian besar mendasarkan penilaian mereka semata-mata hanya pada hasilnya; tak berbahaya, tak ada pelanggaran.

Penelitian itu tidak hanya menunjukkan bahwa moral kita tidak sepenuhnya tak bisa terganggu, tapi juga memberikan penerangan tentang cara otak mengatur dan membuat pembagian keputusan moral. Hal itu juga memperkuat sesuatu yang kita semua tahu secara intuisif benar: mencari perbedaan antara benar dan salah adalah sesuatu yang tidak gampang.

Baca Selengkapnya ....

Wow, Ditemukan Siput Laut Pertama yang dapat Melepas dan Menumbuhkan Kelaminnya

Posted by Unknown 0 komentar
Goniobranchus reticulatus atau awalnya dikenal dengan nama Chromodoris reticulata adalah moluska gastropoda laut dalam famili Chromodorididae.

Nudibranch atau siput laut berwarna indah ini dapat ditemukan di Pasifik, perairan Indonesia hingga Filipina. Species yang dapat mencapai panjang 100 mm ini, adalah hewan Hermafrodit yang berarti tiap-tiap mereka memiliki dua kelamin, pria dan wanita sekaligus.



Yang lebih unik lagi, mereka memiliki kemampuan untuk melepaskan dan menumbuh-ulangkan penis mereka. Bagaimana bisa mereka melakukannya?

Kedua organ reproduksi mereka semuanya berada di sisi kanan tubuh mereka, jadi jika mereka berdua bertemu dengan posisi berlawanan, masing-masing dapat memasukkan penis nya ke dalam organ wanita kawannya.

Dengan begitu, mereka saling memberikan sperma satu sama lain. Setelah kawin, penis mereka pun lepas. Namun, tumbuh kembali hanya dalam 24 jam! Penis yang baru langsung berfungsi penuh dan memungkinkan nudibranch ini untuk kawin lagi sebanyak tiga kali dalam tiga hari sebelum kelelahan.


Perkawinan dan morfologi penis pada Chromodoris reticulata.

(a,b) Dua siput saling memasukkan penis mereka ke dalam vagina pasangannya.

(c,d) Autotomized penes setelah kawin, ujung penis bengkak.

Massa sperma (sp) melekat pada penis yang berduri di (d).


Siput laut bukan satu-satunya hewan yang diketahui kehilangan organ reproduksi laki-laki mereka setelah kawin, tetapi adalah hewan pertama yang diketahui dapat menumbuhkan kembali penis nya. Lebah madu Drone juga kehilangan penis mereka saat kawin tetapi mereka kemudian dibiarkan mati.




Baca Selengkapnya ....

Semut Panda, Serangga Menggemaskan Dengan Sengatan Mematikan

Posted by Anonim Rabu, 04 Desember 2013 0 komentar
Inilah salah satu spesies serangga paling menarik di dunia, dijuluki "semut panda" (Euspinolia militaris).



Julukan semut panda memang tepat. Spesies tersebut memang menyerupai keduanya. Namun, jangan salah, spesies ini sama sekali bukan semut dan sama sekali bukan panda.

E militaris adalah sejenis tawon tak bersayap yang memiliki sengatan kuat. Saking kuatnya, jenis ini juga dijuluki "cow killer", mampu melumpuhkan sapi.

Meski memiliki penampilan lucu, spesies ini rupanya belum menarik banyak perhatian ilmuwan. Hingga saat ini, masih sedikit studi yang dilakukan.

Sejauh ini, hanya diketahui bahwa spesies ini dideskripsikan pertama kali pada tahun 1938, ditemukan di Cile, serta identitasnya ternyata bukan semut.







Baca Selengkapnya ....

Inilah 10 Spesies Makhluk Hidup Tertua yang Pernah Ditemukan di Bumi

Posted by Anonim Jumat, 29 November 2013 0 komentar
Semua hewan dan tumbuhan yang hidup hingga saat ini adalah makhluk-makhluk yang sudah berhasil hidup dan beradaptasi selama jutaan tahun lalu.

Bahkan sampai sekarang pun, masih ada banyak hewan-hewan prasejarah yang masih hidup. Sebut saja contohnya paus atau komodo. Dua hewan tersebut dipercaya hidup di era dinosaurus menguasai bumi Namun, terdapat 10 makhluk hidup lain yang berumur lebih tua dari dua hewan tersebut.


10. Semut Martialis Heureka (120 juta tahun)



Walaupun termasuk salah satu hewan tertua di bumi, namun semut ini baru ditemukan oleh manusia modern pada tahun 2000 lalu di hutan hujan Amazon, dekat Manaus, Brasil.

Semut ini sempat menghebohkan peneliti karena tak ada matanya, alias buta. Jenis semut yang tanpa mata dan memiliki warna krem ini merupakan keluarga baru dari Martialinae.

Begitu anehnya semut ini hingga dijuluki "Semut dari planet Mars" atau dalam bahasa latinnya Martialis heureka (Ant from Mars) yang kemudian menjadi namanya.

Dan sangat mengagumkan, walau tanpa mata dan hanya dengan mengandalkan kedua sungut antenanya, turunan semut spesies ini dapat beradaptasi dan bisa bertahan hidup sejak lebih dari seratus juta tahun yang lalu.


9. Ikan Sturgeon (200 juta tahun)


Ikan jenis Sturgeon adalah nama umum dari 26 spesies ikan dalam keluarga Acipenseridae, termasuk genus Acipenser, Huso, Scaphirhynchus dan Pseudoscaphirhynchus.

Keluarga dari ikan bertulang tertua ini mempunyai habitat hidup di sungai, danau dan pantai sub-tropis, iklim sedang dan sub-arktik. Sturgeon dapat dijumpai di sekitar Amerika Utara.

Menurut para ahli, dulunya kemungkinan ikan ini memiliki tubuh yang besar, namun dikarenakan evolusi maka menyusut sampai dengan bentuk seperti sekarang.


8. Hewan Laut Horseshoe Shrimp (200 juta tahun)


Horseshoe Shrimp adalah satu-satunya spesies di muka bumi yang tidak mengalami evolusi atau perubahan bentuk sejak 200 tahun lalu. Dari fosil yang ditemukan dan bentuknya sekarang, hewan yang bernama latin Cephalocarida ini juga masih tetap sama.


7. Tumbuhan Ginkgo Biloba (270 juta tahun)


Spesies tunggal dari salah satu divisio anggota tumbuhan berbiji terbuka ini dapat ditemui di mana saja karena ruang hidupnya tersebar luas di seluruh dunia. Dari fosil yang pernah ditemukan dan bentuknya sekarang, Ginkgo biloba tumbuhan ini tidak mengalami perubahan sama sekali. Diperkirakan, tumbuhan ini hidup sejak periode Permian.


6. Ikan Coelacanth


Kata Coelacanth diambil dari bahasa Yunani yang berarti duri berongga. Walaupun sedikit, namun sampai sekarang ikan ini masih hidup di Indonesia, Kenya, Tanzania, Mozambik, Madagaskar dan Afrika Selatan. Menurut penjelasan di Wikipedia, Coelacanth memiliki sekitar 120 spesies yang diketahui berdasarkan fosilnya.


5. Horseshoe Crab atau Belangas atau Mimi Hitam


Diyakini bahwa hewan ini mulai muncul sejak periode Ordovician atau periode Paleozoikum. Dan menurut para ahli, horseshoe crab jauh lebih mendekati keluarga kalajengking dibandingkan keluarga dari kepiting.

Selain itu, para ahli juga memberikan kesimpulan bahwa Belangas adalah hewan yang memiliki umur lebih tua daripada dinosaurus tertua. Hewan ini dapat hidup di air dan di darat.


4. Nautilus (500 juta tahun)


Nautilus disebut juga living fossil atau fosil hidup karena banyak arkeolog yang menemukan fosil hewan ini di bebatuan, namun sampai sekarang Nautilus masih dapat ditemui di perairan Indo-Pasifik.

Menurut para ahli, di era dinosaurus, hewan ini memiliki beragam varian, dikarenakan banyak faktor, sekarang ini silsilah keluarga Nautilus yang tersisa hanya cephalopoda atau cumi-cumi saja.


3. Jellyfish atau Ubur-Ubur (505 juta tahun)


Ubur-ubur adalah hewan laut yang termasuk dalam kelas Scyphozoa dan tergolong dalam keluarga Cnidaria atau Coelenterata. Tubuhnya berbentuk payung berumbai, dapat membuat gatal pada kulit bila tersentuh. Tercatat ada sekitar 1.800 jenis ubur-ubur di dunia.

Jenis ubur-ubur yang paling berbahaya adalah dari kelompok Cubozoa. Sengatan tentakelnya bisa menimbulkan kematian. Ubur-ubur yang paling mematikan dari kelompok ini adalah ubur-ubur Irukandji, yang ukurannya kecil. Ubur-ubur ini hidup di sekitar pantai Australia.

Hewan ini sangat susah untuk menjadi fosil ketika mati dikarenakan tubuhnya yang tipis dan lunak. Namun, pernah ditemukan sebuah fosil yang diyakini adalah Ubur-ubur purba beberapa tahun lalu.


2. Sponge atau Porifera (580 juta tahun)


Porifera atau spons atau hewan berpori adalah sebuah filum untuk hewan multiseluler yang paling sederhana. Seperti halnya Cyanobacteria, para peneliti mempunyai asumsi bahwa Sponge adalah salah satu makhluk hidup yang ada sejak awal hewan di darat, air dan udara muncul.

Fosil Sponge tertua yang pernah ditemukan adalah berusia sekitar 540 juta tahun di sebuah batu di Australia. Sponge juga mirip Ubur-ubur yang susah untuk menjadi fosil karena karakteristik tubuhnya.


1. Cyanobacteria (3,8 miliar tahun)


Para peneliti mempunyai asumsi bahwa Cyanobacteria adalah makhluk hidup pertama yang hidup di bumi. Cyanobacteria, dikenal pula sebagai sianobakteri(a), bakteri biru-hijau, ganggang biru-hijau (Cyanophyceae), serta ganggang biru, adalah filum (atau divisi) bakteri autotrof fotosintetik.

Jejak fosilnya telah ditemukan berusia 3,8 miliar tahun. Kelompok bakteri ini sekarang adalah salah satu kelompok terbesar dan terpenting di bumi. Makhluk ini hidup di sulfur dan gas metan yang tersebar merata hampir di seluruh tempat di awal bumi terbentuk.

Walaupun kecil, namun Cyanobacteria atau ganggang biru-hijau ini merupakan salah satu kelompok terpenting dalam rantai ekosistem makhluk hidup di bumi. Cyanobacteria dapat ditemui di laut atau samudera, perairan tawar, di permukaan batu sampai di tanah.


Kesimpulan

Itulah 10 hewan paling tua yang masih hidup di Bumi hingga kini sejak ratusan juta tahun bahkan milyaran tahun lalu. Dari semua hewan tersebut, adakah dari mereka yang berevolusi hingga bentuknya berubah, bahkan jadi bentuk hewan lain? Tidak ada.

Inilah bukti nyata, dari fosilnya hingga hewannya sendiri masih dapat saling dibandingkan (compare) dan terbukti bahwa memang mereka tidak berubah menjadi spesies lain. Dan ini bukan suatu teori, ini adalah bukti bahwa makhluk hidup hanya dapat beradaptasi dan bukannya berevolusi menjadi makhluk lain.

Iya, makhluk hidup hanya beradaptasi, bukan berevolusi dari makhluk satu sel atau bersel tunggal hingga dapat menjadi trilyunan sel dengan organ yang ribet dan kompleks, seperti manusia.

Baca Selengkapnya ....
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Template by Berita Update - Trik SEO Terbaru. Original design by Bamz | Copyright of Hal aneh lucu dan kacau atau info dunia kesehatan.

Kontributor